Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

Songsong Pelaksanaan Manasik Haji, Kankemenag Purbalingga Gelar Rakor Calon Narasumber

Purbalingga (Humas) – Bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga, Senin (24/3/2025) Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar Rapat Koordinasi Calon Narasumber Bimbingan Manasik Haji 1446 H /2025 M.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 22 peserta yang merupakan calon narasumber Bimbingan Manasik Haji 2025 dari berbagai berbagai unsur.

Dalam materinya, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani menyampaikan beberapa hal penting. Diantaranya tentang 3S (Tiga Senyum).
“Calon jemaah haji berhak mendapatkan 3 Senyum. Senyum pertama, ketika mereka mengikuti kegiatan pendampingan awal yaitu bimbingan manasik haji. Senyum kedua, ketika mereka menjalani prosesi ibadah haji di tanah suci. Dan senyum ketiga, ketika mereka pulang dari tanah suci dengan menggondol predikat haji mabrur, ” jelasnya.

Selain itu, kepada para peserta Kakankemenag Zahid Khasani juga menyampaikan agar mereka menyatukan pemahaman atau persepsi narasumber. Khilafiyah fiqih ibadah haji cukup selesai di KBIH. Atau dapat dipahami dengan mengikuti satu fikih yang diistilahkan dengan fikih Kementerian Agama.

Zahid juga mengingatkan, ada 90 calon jemaah haji mandiri yang tidak bergabung bersama dengan KBIH yang ada di kabupaten Purbalingga.
“Kami mengingatkan, mereka adalah calon jemaah haji sebagaimana yang lainnya yang harus mendapatkan pelayanan yang terbaik, seperti halnya calon jemaah haji yang tergabung di KBIH. Tidak ada sedikit pun perbedaan. Dan kami berharap nantinya tidak ada laporan atau pengaduan (Dumas) yang masuk terkait dengan kualitas layanan haji tahun ini, ” tandasnya.

Yel-yel
Plt. Kasubbag TU H. Sudiono dalam pengarahannya meminta adanya kesamaan yel-yel penyemangat yang sekaligus menjadi pengikat dan pengarah para jemaah dalam situasi tertentu.
“Ini khusus untuk Purbalingga. Misalnya: Mangkat bareng, bali bareng. Kemudian lainnya minsalnya : Manut, Miturut, Mabrur, ” ungkapnya.
Menurut Sudiono yang juga berpengalaman sebagai petugas haji di Kementerian Agama, penggunaan yel-yel tersebut sangat efektif dan memiliki dampak yang sangat positif dalam menjaga semangat dan keutuhan jemaah. *(sar)

Post Relate

Translate »
Open chat
Hubungi Kami
Kemenag Purbalingga
Hallo 👋
Apakah ada yang bisa saya bantu?
Skip to content