Semangat, Saat Wali Siswa Pelopori Kegiatan di Madrasah

Purbalingga – Gebyar kegiatan di sebuah lembaga pendidikan pada umumnya mencerminkan kuatnya semangat dan rasa kebersamaan seorang Kepala Sekolah/Madrasah bersama para gurunya. Hal tersebut disampaikan Kepala Madrasah, Naeli Fajriyah dalam komunikasinya, Senin (16/9). Ia mengungkapkan salah satu kelebihan madrasahnya adalah memiliki Paguyuban Wali Siswa yang cukup solid sehingga mudah untuk diajak kerja sama khususnya dalam program memajukan madrasah.

Naeli menambahkan, sejak 2 tahun ini Paguyuban Wali Siswa yang didominasi ibu-ibu tersebut telah berhasil menunjukkan eksistensinya.

“Pada Agustus tahun lalu Paguyuban Wali Siswa kami telah mengadakan kegiatan Lomba Tumpeng dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73. Sedangkan pada HUT RI ke-74 tahun ini pembuatan tumpeng tidak dilombakan tetapi dijadikan sebagai konsumsi kegiatan tasyakuran,” jelasnya.

Naeli menambahkan, partisipasi orang tua dalam pendidikan merupakan salah satu pilar tegaknya pendidikan di sekolah/madrasah. Maka keberadaan Paguyuban Wali Siswa di madrasah dengan berbagai programnya menurutnya sangat membantu kelancaran proses penyelenggaraan pendidikan.

Salah satunya penyelenggaraan tiga kegiatan secara berturut-turut pada Agustus lalu. Ketiganya  adalah Lomba Gerak Jalan, Senam Aerobik Bersama dan Tasyakuran yang berjalan dengan meriah dan sukses.

Ketua Panitia, Siti Pujiastuti  menjelaskan pihaknya menggelar lomba Gerak Jalan Kreasi yang unik dengan yel-yelnya.

“Lomba gerak jalan  diikuti oleh regu dari para wali siswa kelas I-VI dan siswa kelas III, IV, V dan VI. Rutenya melewati jalan-jalan di desa kami. Kegiatan lomba dibuka Kepala Desa Karangtalun,  Heru Catur Wibowo,” jelasnya.

Sedangkan pada Sabtu (24/8) digelar Senam Aerobik Bersama dengan mengundang instruktur senam, Mba Mae Kradenan. Puncak kegiatan berupa Tasyakuran digelar Senin(26/8). Pada acara tersebut juga dilakukan pembagian hadiah lomba-lomba yang meliputi: lomba gerak jalan, nyunggi tampah, joget balon berpasangan, kelereng, pecah air, pensil dan botol, nyunggi tampah, rebut kursi, makan kerupuk serta lomba pukul air.

Penuh Makna

Kepala Madrasah, Naeli Fajriyah menambahkan bahwa semua jenis lomba yang digelar tersebut memiliki makna yang tersembunyi yang sangat penting dalam pendidikan karakter para siswa. Di antaranya lomba gerak jalan memiliki nilai pendidikan disiplin, keteladanan seorang pemimpin, kekompakan, patuh pada satu aturan yang sama, fokus pada tujuan, konsentrasi,  menghilangkan ego, menjaga hubungan, serta tidak putus asa dalam mencapai suatu tujuan bersama. (sar/ )

Bagikan :
Translate ยป