Mutiara Hadits – Edisi 09 : Agama adalah Nasihat

 

  Teks Hadits :

 عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قُلْنَا: لِمَنْ ؟ قَالَ: لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْز. (رواه البخاري ومسلم).

 Tarjamah:

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak (untuk) siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak (untuk) Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

 

Syarah (Penjelasan Hadits)

“Agama adalah nasihat”, merupakan sebuah ungkapan yang menunjukkan arti bahwa nasihat adalah sesuatu yang penting, nasihat sebagai penopang utama agama, nasihat sebagai inti dari agama. Ungkapan tersebut sama halnya dengan ungkapan pada kalimat  “Haji adalah Arafah” yang menunjukan pengertian bahwa Wukuf Arafah adalah sesuatu yg penting dalam Ibadah Haji, Wukuf di Arafah adalah inti dari Ibadah Haji sehingga tanpa melaksanakannya, seseorang dianggap tidak syah dalam berhaji. Nasihat merupakan asas dalam agama Islam.

 

Nasihat dalam pengertian umumnya adalah suatu petunjuk yang baik dari si penutur yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi atau alasan bagi si mitra tutur untuk melakukan suatu hal. Nasihat mengandung arti bahwa si penasihat sangat memberikan perhatian penuh terhadap orang yang dinasihatinya agar ia mempraktekkan semua bentuk kebaikan dari segala sisinya, baik berupa keinginan (niat) ataupun perbuatan.

 

1. Yang dimaksud nasihat untuk Allah adalah; mentauhidkannya, menyifatinya dengan sifat yang sempurna dan mulia, menyucikannya dari sifat-sifat yang bertentangan dengan kesempurnaan dan kemuliannya, tidak bermaksiat kepada-Nya, melakukan pengabdian dengan penuh ketaatan.

 

2. Sedangkan yang dimaksud dengan nasihat untuk kitab-Nya adalah; beriman kepadanya, mengagungkannya, menyucikannya, membacanya dengan bacaan yang benar. Memperhatikan perintah-perintah dan larangan-larangannya, berusaha memahami ilmu-ilmunya dan, meresapi kandungan ayat-ayatnya, mengamalkan dan mendakwahkannya, dan mencegah usaha orang-orang yang ingin merubahnya dan mencelanya.

 

3. Nasihat untuk Rasul-Nya, yaitu; beriman kepadanya dan kepada apa-apa yang ia bawa (risalah ajaran Islam), menghormati dan mengagungkannya, senantiasa berpegang teguh dengan penuh ketaatan kepadanya, menghidupkan sunnah-nya, menyebarluaskan ilmu dan ajarannya, berakhlak dengan menteladani  akhlaknya, mencintai keluarga dan para sahabatnya.

 

4. Adapun yang dimaksud dengan nasihat untuk para pemimpin kaum Muslimin adalah; membantu dan menolong mereka dalam alhaq dan ketaatan, mengingatkan mereka di saat mereka lalai dengan cara yang baik dan lemah lembut, mendoakan mereka agar mereka diberi taufiq oleh Allah, dan menganjurkan atau mengajak orang-orang yang menginginkan kebaikan agar mendoakan mereka.

 

5. Dan yang dimaksud nasihat untuk kaum muslimin secara umum adalah; membimbing mereka untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan maslahat bagi mereka.

 

Pelajaran dan Faidah Hadits:

 

1.  Agama Islam menganggap sebegitu pentingya nasihat.

 

2. Nasihat sebagai penopang utama eksistensi berdiri tegaknya agama Islam.

 

3. Kewajiban saling memberikan nasihat dalam kebaikan, dalam perkara yang haq dengan kesabaran, kelemahlembutan dan kesantunan (bil hikmah).

 

4. Seorang muslim, semestinya tidak anti nasihat, saran dan kritik. (Bimas Islam/KA)

 

Penyusun: Rikin

Referensi : Kitab Arbain Nawawi

Editor  : Khikam Aziz

 

 

Bagikan :
Translate »