MAN Purbalingga Gelar Workshop Desain KTSP

Kepala Kankemenag Purbalingga H. Muhammad Syafi’ (paling kanan) memberikan sambutan pengarahan pada pembukaan kegiatan workshop Desain Kurikulum di MAN Purbalingga, didampingi Kepala MAN Purbalingga H. Mohamad Alwi.

Purbalingga – Dalam rangka menyongsong tahun pelajaran  2022 / 2023, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga menyelenggarakan Workshop Desain Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bertempat di aula madrasah setempat. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Muhammad Syafi’ tersebut diikuti para pendidik dan tenaga kependidikan di MAN Purbalingga. Workshop dengan tajuk Sosialisasi KMA Nomor 347 tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah tersebut digelar selama 6 hari, Sabtu – Kamis (18 – 23 /6/2022).

Kepala MAN Purbalingga Mohamad Alwi menjelaskan, workshop merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu diselenggarakan  dalam rangka menghadapi penyelenggaraan pendidikan pada tahun pelajaran baru.

“Kegiatan workshop ini  adalah untuk mempersiapkan MAN Purbalingga untuk satu tahun ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para pendidik di madrasahnya dapat melakukan evaluasi penyelenggaraan pendidikan di tahun sebelumnya.

“Apa saja yang sudah berjalan baik, apa yang belum, kendalanya apa, apa saja yang  diharapkan, serta ketika nanti dalam sidang-sidang komisi peserta dapat mengikutinya dengan seksama dan serius,” ungkapnya.

Kepala Kankemenag Purbalingga H. Muhammad Syafi’ dalam sambutannya menyampaikan, madrasah sekarang ini tidak kalah dengan sekolah negeri sedersjat lainnya. 

“Jadi saya kira sekarang ini madrasah tidak lagi menjadi alternatif kedua, namun telah menjadi pilihan yang pertama. Dan berdasarkan data Kementrian Agama, madrasah memang mengalami kemajuan dalam perolehan siswa setiap tahunnya,” ungkapnya.

Kakankemenag Muhammad Syafi’ juga menegaskan pentingnya evaluasi dalam proses pendidikan dan kelembagaan. Dengan evaluasi akan diketahui hal-hal yang sudah baik dan hal-hal yang masih kurang.

“Yang sudah baik terus dipertahankan, dilanjutkan, sedangkan yang masih kurang diperbaiki sehingga semakin sempurna,” imbuhnya. (Nof/sar)

Bagikan :
Translate »