Madrasah Harus Siap Diakreditasi

Purbalingga – Menghadapi kegiatan akreditasi madrasah yang akan dilaksanakan pada akhir tahun tahun 2017/208, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melalui Seksi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan  Rapat Persiapan Akreditasi Madrasah di Aula Uswatun Hasanah, Selasa (17/04). Rapat yang berlangsung sehari ini dihadiri ole 138 peserta dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyaah dan Aliyah. Kegiatan ini ditujukan bagi madrasah yang belum pernah akreditasi, maupun madrasah yang harus diakreditasi ulang, karena sertifikat akreditasinya sudah mencapai 5 tahun atau masa berlakunya sudah habis.

Pengawas MTs/MA, Suratmo di awal pembukaan rapat menyampaikan, salah satu kunci keberhasilan akreditasi adalah perencanaan yang baik di sekolah dalam menghadapi akreditasi.

“Salah satunya adalah pembentukan panitia akreditasi tingkat madrasah yang dibentuk oleh kepala madrasah guna mempersiapkan segala hal dalam menghadapi akreditasi yang mencakup 8 Standar Nasional Pendidikan,” ungkapnya.

Untuk mempersiapkan diri, lanjutnya, madrasah harus mempelajari dan memeriksa kelengkapan perangkat akreditasi madrasah yang meliputi: a. Instrumen Akreditasi; b. Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi; c. Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) Akreditasi; dan d. Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi.

Materi pembekalan persiapan akreditasi disampaikan oleh Mashadi, S.Pd.I, Pengawas Madrasah sekaligus anggota Tim Penilai Akreditasi Sekolah/Madrasah Kabupaten Purbalingga. Ia membimbing para peserta melalui praktek langsung pengisian instrumen akreditasi sesuai dengan panduan

Di akhir rapat Kasi Pendidikan Madrasah, Sudiono, menyampaiakan pesannya bahwa rapat ini diselenggarakan untuk pencerahan dan persiapan pelaksanaan akreditasi 2018. Ia mengajak kepada pengelola madrasah untuk memantapkan niat. “Jangan ragu, usahakan selalu fokus dalam pengisisan data online dan harus yakin akreditasi pasti bisa,” ajaknya.

Dibutuhkan Madrasah Bermental Juara

Di tempat yang berbeda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono, menekankan agar madrasah siap diakreditasi. “Madrasah harus siap dan jangan takut akrediatasi. Hal ini menyangkut dengan marwah/harga diri madrasah. Masyarakat  juga membutuhkan madrasah yang bermental juara. Jika mampu akreditasi A, kenapa harus B. Indikator Penilaian ada 8, jika ada 1 point yang tidak terpenuhi, masih ada 7 poin yang menutupi,”ujarnya di depan Kepala MI Ma’arif NU Bajong, Siti Khudriyati, saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi UAMBD, Rabu (18/04).(Tari/Sar)

Bagikan :
Translate ยป