Khutbah Jumat : Perbedaan Adalah rahmat

Khutbah Jumat

PERBEDAAN ADALAH RAHMAT

 

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللُّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: لَا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ. إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللهُ  عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Jamaah sidang Jum’at yang berbahagia.

 

Pertama kali khatib ingin berwasiat kepada diri sendiri dan segenap kaum Muslimin yang hadir agar kita senantiasa meningkatkan rasa iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Yaitu takwa yang men-sinkron-kan antara ucapan dan perbuatan yang kita lakukan. Begitu juga, takwa yang mendorong kita untuk selalu merasakan kehadiran Tuhan dekat dengan kita, sehingga tidak sedetikpun diri ini lalai dari mengingat-Nya. Semoga kita semua dikaruniai sifat takwa yang seperti ini. Amin,!

 

Di era sekarang ini masih banyak dijumpai perilaku yang menyinggung perbedaan masalah SARA, kesukuan, ras, golongan bahkan perbedaan agama. Tidak sedikit yang dengan sengaja merekam perilakunya tersebut kemudian mengunggahnya ke dunia maya atau media sosial dan yang pasti akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

 

Mau tidak mau kita harus menerima perbedaan itu, karena semua sudah ditakdirkan oleh Allah swt, kita tidak mungkin bisa memilih untuk dilahirkan menjadi orang mana, kita tidak mungkin bisa memilih untuk dilahirkan menjadi laki-laki atau perempuan, kita tidak mungkin bisa memilih untuk dilahirkan kelompok mana yang kita kehendaki.

 

Sudah menjadi kodrat (sunatullah) manusia diciptakan oleh Allah swt berbeda beda, baik secara fisik maupun psikologis, laki-laki maupun perempuan, termasuk dilahirkan menjadi orang dari suku bangsa mana juga manusia tidak bisa menentukan. Dalam Al Qur'an disebutkan :

 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat : 13).

 

Jamaah sidang Jum’at yang berbahagia.

 

Tujuan dari penciptaan manusia yang berbeda-beda menurut ayat di atas tidak lain adalah untuk saling mengenal satu sama lain, bukan justru sebaliknya menjadi alasan untuk saling memusuhi, menyakiti hati orang lain.

 

Rasulullah saw bersabda :

 

“Kamu akan melihat kepada orang-orang mukmin itu dalam hal kasih sayang di antara mereka, dalam kecintaan dan belas kasihan di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh itu merasa sakit maka akan menjalarlah rasa sakit itu pada anggota tubuh yang lain dengan menyebabkan tidak dapat tidur dan merasakan demam.” (HR. Bukhari)

 

Saling membantu kesulitan yang dialami orang lain, kemudian menutupi kekurangan dan aib saudaranya serta saling melengkapi, serta banyak hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersamaan terutama dengan tetangga, sebagai contoh dengan berbelanja di warung tetangga, membagikan makanan yang kita miliki, menengok mereka yang terkena musibah, dan aktivitas lainya.

 

Tentunya kita memiliki cita-cita agar hidup tentram, aman dan nyaman dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya bukan malah menyakiti perasaan tetangganya .Khairunnas anfa’uhum linnas

 

Jamaah sidang Jum’at yang berbahagia.

 

Tidak diragukan lagi bahwa Islam sangat menganjurkan sikap toleransi, tolong-menolong, hidup yang harmonis dan dinamis di antara umat manusia tanpa memandang agama, bahasa, dan ras mereka. Dalam al Qur’an Surat al-Mumtahanah ayat 8-9 Allah SWT berfirman :

 

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu, (yaitu) orang-orang yang memerangimu dalam urusan agama dan mengusirmu dari kampung halamanmu, serta membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

 

Sudah sepatutnya kita tidak mempermasalahkan perbedaan, perbedaan pendapat, perbedaan pilihan, perbedaan pandangan politik merupakan suatu hal yang lumrah. Kemudian bagaimana agar tidak timbul konflik dari perbedaan tersebut? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guna mewujudkan kebersamaan dalam perbedaan.

 

 Pertama adalah dengan menerima kenyataan bahwa kita tidak sendirian, ada orang lain, ada suku bangsa lain di dunia ini dan semua merupakan ciptaan Allah swt, betapa hal ini merupakan salah satu anugerah terindah yang diberikan Sang Pencipta kepada kita.

 

Kedua, dengan menghargai hak orang lain, karena manusia sejatinya memiliki hak yang sama, hak untuk menikmati hidup, hak untuk menentukan pilihan yang disukai, hak untuk mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan juga hak untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.

 

Ketiga, dengan menghargai pendapat orang lain serta menerima hasil musyawarah dengan lapang dada serta melaksanakan dengan penuh tanggung jawab, jangan karena pendapat kita tidak diterima kemudian kita menjadi bermusuhan satu sama lain.

 

Keempat, saling membantu satu sama lain serta bersilaturahmi dengan cara yang baik, berperilaku dan berkata yang sopan sehingga tidak menyinggung perasaan, dan bertabayyun jika ada informasi atau kabar yang tidak benar tentunya dengan kepala dingin dan tidak emosional.

 

 

Jamaah sidang Jum’at yang berbahagia.

 

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan guna mewujudkan kebersamaan dalam perbedaan, sebagai perwujudan rasa syukur kita atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan oleh Allah swt, dan tentunya ini harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya dilakukan oleh sekelompok atau segolongan orang saja.

 

Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan kepada kita.

 

 

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

 اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

Penyusun: Much Yulianto Sidik, S.Kom.I.

Bagikan :
Translate ยป