Guru PNS Harus Berorientasi  pada Masa Depan

Pengawas MTs H. Sodikin memberikan sambutan pada kegiatan Penilaian SKP dan PAK Tahunan yang digelar Kankemenag Purbalingga di MTs Muhammadiyah 1 Purbalingga.

Purbalingga –  Prestasi kinerja seorang pegawai negeri sipil seperti sesuatu tidak berguna ketika hanya terjadi di waktu lampau. Maka yang diharapkan adalah prestasi pada waktu sekarang, hari ini, besok dan seterusnya. Hal tersebut ditandaskan Pengawas Madrasah H. Sodikin kepada lebih dari 50 Guru PNS yang hadir di MTs Muhammadiyah 1 Purbalingga, Kamis (7/4//2022).

Pada kegiatan Penilaian SKP dan PAK Tahunan serta Penguatan Zona Integritas yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga tersebut hadir Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas MTs, Pengawas PAI SD/SMP/SMA/SMK, para PNS dari Guru Pendidikan Agama Islam  (GPAI), Guru Pendidikan Agama Kristen / Katolik (GPAK) jenjang SD/SMP/SMA/SMK, serta para guru PNS Kemenag yang bertugas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah dan Ushriyyah se-kabupaten Purbalingga.

Pengawas Madrasah Sodikin dalam sambutannya mengungkapkan filosofi prestasi kerja dari pemilihan kata “tattaqun” pada ayat tentang puasa dalam surat Al Baqarah.

“Maka orientasi prestasi kinerja kita adalah sekarang dan besok, bukan di masa lampau,” ujarnya.

Menurutnya, guru tidak boleh bangga dengan prestasi kerjanya pada masa lampau namun tidak berupaya untuk berprestasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kasi Pendidikan Madrasah Sudiono memberikan pembinaan dan penguatan integritas pegawai kepada para PNS Kemenag yang ditugaskan sebagai guru DPK di MTs Muhammadiyah, MTs Ushriyyah, Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Pendidikan Agama Kristen / Katolik.

Penegakan Disiplin

Kasi Pendidikan Madrasah Sudiono dalam pembinaannya menegaskan maksud dan tujuan diberlakukannya presensi biometric bagi para guru di madrasah. Menurutnya, inovasi presensi biometrik pada madrasah tersebut merupakan media pengawasan, karena terbatasnya jumlah Pengawas Pendidikan Madrasah dibandingkan jumlah Madrasah dan guru yang diawasi.

“Bahkan instansi lain juga ada yang akan menerapkan. Namun kita sudah mendahuluinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, presensi biometrik merupakan upaya Kantor Kementerian Agama Purbalingga untuk meningkatkan dan menegakkan disiplin guru di madrasah. Dengan disiplin yang meningkat secara otomatis integritas juga diharapkan meningkat. Selain itu presensi biometrik juga untuk mendukung kepastian para guru dalam penerimaan tunjangan profesinya.

“Dengan adanya satu sistem presensi ini kita siap ketika ada audit dari pusat,” tegasnya.

Sudiono juga meminta para guru untuk secara bersama-sama saling membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di madrasah masing-masing. * (sar)

Bagikan :
Translate »