Gara Syariah Layani Pengukuran Arah Kiblat Masjid SMK Soedirman

Purbalingga – Memenuhi salah satu tugas pelayanan publik, Penyelenggara Syariah Kankemenag Kabupaten Purbalingga kembali melakukan kegiatan layanan pengukuran arah kiblat. Kegiatan yang berlangsung Rabu (21/08) lalu tersebut bertempat di area lahan Kampus 2 SMK Soedirman Purbalingga.

Kepala SMK Soedirman Purbalingga, Nurkholis yang turut menyaksikan proses pengukuran arah kiblat tersebut menjelaskan, rencananya di lahan tersebut akan dibangun masjid berukuran 12 x 12 meter. Pengambilan posisinya sengaja didekatkan dengan perumahan masyarakat.

“Sengaja kami dekatkan ke masyarakat agar masjid Soediriman ini juga bermanfaat untuk mereka. Karena sekolah hanya menggunakan di waktu sholat dzuhur dan Ashar saja. Maghrib, Isya dan Subuh mutlak digunakan oleh warga sekitar,” jelasnya.

Menurutnya, pengukuran arah kiblat sebelum pembangunan masjid dilaksanakan sangat penting.

“Karena arah kiblat harus akurat, maka kami bekerjasama dengan Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam menetapkan arah kiblat masjid di kampus 2 ini. Kami berterima kasih dan setelah diukur arah kiblatnya, akan segera kami bangun pondasi masjid,” ujarnya.

Anggota tim pengukur arah kiblat, Nurtaufik saat saat menghadapi pertanyaan beberapa siswa kelas XI Farmasi menjelaskan,  ada beberapa alat yang digunakan untuk penetapan arah kiblat.

Theodolyte, salah satu alat untuk  menentukan arah kiblat. Alat ini gunanya untuk membidik titik pusat matahari. Jadi untuk menggunakan ini harus ada sinar matahari yang cerah antara jam 08.00 – 11.30. Ada juga  alat lain, yaitu kompas elektrik, jam RRI, GPS, aplikasi kiblat android, penunjuk kiblat manual, kalkulator dan laptop,” jelasnya.

Menurutnya, pengukuran dengan Theodolyte sedikit rumit dan perlu keahlian khusus, namun hasilnya sangat akurat. Untuk kondisi darurat kita bisa menggunakan aplikasi kiblat dengan handphone android, dengan cara mengunduh aplikasi arah kiblat di playstore seperti aplikasi  Muslim-Pro.

Pengukuran arah kiblat dengan menggunakan fenomena alam dikenal dengan istilah Rashdul Kiblat. Yaitu saat matahari berada pada posisi tepat di atas Ka’bah. Namun fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam satu tahun.

“Rashdul Kiblat adalah peristiwa saat matahari melintas tepat di atas Ka’bah sehingga bayang-bayang  suatu benda yang berdiri tegak lurus di mana saja akan mengarah ke Ka’bah. Untuk mengetahui kapan peristiwa Rashdul Kiblat terjadi, harus menunggu informasi yang aktual dari BMKG dan Kemenag RI. Sehingga saat peristiwa Rashdul Kiblat terjadi, kita sudah mempersiapkan peralatannya.” jelas Taufik. (sri/sar)

Bagikan :
Translate ยป