Purbalingga (Humas) – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, menekankan pentingnya penguatan tugas dan fungsi (tusi) penghulu dalam pertemuan rutin dan Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) di Saung Singgah Pay, Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Dalam forum yang membahas regulasi, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), serta berbagai persoalan yang dihadapi Kantor Urusan Agama (KUA), Moh. Nur Hidayat menyampaikan arahan agar seluruh ASN anggota APRI mampu menjalankan tugas kepenghuluan secara profesional dan prima.
Menurutnya, penghulu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan Bimas Islam, khususnya dalam layanan pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, serta pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman regulasi harus diiringi dengan implementasi tugas dan fungsi yang konsisten dan berkualitas.
“Penguatan tusi penghulu harus benar-benar dilaksanakan dengan kinerja terbaik. ASN penghulu dituntut untuk memberikan pelayanan yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegasnya.
Melalui pertemuan rutin dan FGD APRI Purbalingga ini, Kasi Bimas Islam berharap terbangun kesamaan persepsi dalam pelaksanaan regulasi dan penyusunan SKP, serta teridentifikasi solusi atas berbagai persoalan di KUA, sehingga pelayanan Bimas Islam semakin optimal dan berdaya guna.
Baca Juga: Rapat Koordinasi Kolaboratif Kemenag Purbalingga, IPARI, dan APRI untuk Aksi Peduli di Maribaya
Kontributor/ Publisher : Ahyan
Foto : Dok. APRI