Purbalingga (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan bahwa penyuluh agama tidak hanya dituntut berpengetahuan luas, tetapi juga harus berkarakter, moderat, dan membawa dampak nyata di tengah masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Capacity Building Penyuluh Agama bertajuk “Penyuluh Agama Berkarakter, Berdaya, dan Berdampak” di Balai Pertemuan Agung Goa Lawa, Rabu (24/9/2025).
“Penyuluh harus berkarakter, memiliki integritas, tanggung jawab, tabligh, fatonah, dan amanah. Yang lebih penting, keberadaannya harus berdampak dan benar-benar bisa dirasakan efeknya oleh masyarakat. Penguatan moderasi beragama juga harus terus ditingkatkan dengan sikap moderat, toleran, anti kekerasan, dan cinta terhadap kearifan lokal,” tegas Zahid.

Kegiatan yang diikuti oleh 101 penyuluh agama (PNS, CPNS, PPPK, dan Non PNS) ini menghadirkan dua agenda utama, yaitu workshop teknis dengan materi Deteksi Dini Potensi Konflik Sosial Keagamaan serta Bimbingan Penyuluhan Berbasis Kebutuhan Masyarakat, dan sesi outbound berupa capacity building games untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, serta ketangguhan mental.
Baca Juga: Bangun Kekompakan Lewat Capacity Building Jumat Ceria HUT ke-80 RI
Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Hikam Aziz, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat
“Melalui kegiatan ini diharapkan para penyuluh semakin berkarakter dalam akhlak, berdaya dalam kompetensi, serta berdampak dalam kiprahnya di masyarakat, sehingga peran penyuluh benar-benar dirasakan manfaatnya dalam membangun umat dan bangsa,” ujarnya.
Selain memperkaya pemahaman metode penyuluhan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jejaring antarpenyuluh serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan terlaksana berkat dukungan dana iuran penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI Purbalingga.
Kontributor : Lestari
Editor/ Publisher : Ahyan
Foto : Wiwit