KOMPENSASI LAYANAN 1.Jika proses pelayanan tidak selesai dalam jangka waktu yang ditentukan maka produk layanan akan diantar oleh petugas pelayanan kepada pemohon. 2.Jika pejabat penandatangan produk layanan masih berhalangan atau tidak ada di tempat dalam kondisi tertentu, yang mengakibatkan proses pelayanan tidak sesuai jangka waktu yang ditentukan, maka petugas akan menghubungi pemohon melalui telpon/HP/WA dan atau mengantar sendiri produk pelayanan sesuai kesepakatan antara petugas dan pemohon || Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah || 5 Nilai Budaya Kerja kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. INTEGRITAS,PROFESIONALITAS,INOVASI,TANGGUNGJAWAB DAN KETELADANAN. ||

Pelajaran Matematika Sebagai Bekal Masa Depan

2021-07-13 15:04:25

Pelajaran Matematika Sebagai Bekal Masa Depan

 Oleh :Khusnul Khotimah ,S.Pd.I*

Hampir semua sekolah menginginkan terwujudnya tujuan pendidikan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan aset penting masa depan sebuah bangsa. Pendidikan yang maju akan mengantar kanbangsanya menjadi maju,sebaliknya jika pendidikan buruk maka akan dibawa kemanakah masa depan bangsa ini?

Terlepas dari apapun cita-cita peserta didik pelajaran matematika yang pada hakekatnya berisi dengan beragam bidang kerja, alasan itulah sejak di jenjang pendidikan sekolah dasar atau madrasah perlu ditanamkan kecintaan dan ketertarikan pelajaran matematika kepada peserta didik.

Sebagai guru kelasenam ,penulis memiliki tanggung jawab agar peserta didik kelak bisa menerapkan pelajaran matematika dalam kehidupan bermasyarakat. Dilingkungan peserta didik MI Ma’arif NU Karangjoho pelajaran matematika berkesan pemikiran sebagai pelajaran yang sulit dan kurang diminati oleh peserta didik. Setelah penulis mengamati bahwa matematika adalah pelajaran yang tidak disukai peserta didik maka tidak sedikit guru merasa kesulitan dalam membelajarkan peserta didik untuk menyelesaikan problem matematika.

Berikut penulis paparkan cara agar peserta didik menyukai matematika, diantaranya: Pertama, jangan paksa siswa untuk bisa menguasai matematika karena orang sukses tidak haruspandai matematika karena kesuksesan tidak diukur dari kemampuan matematikannya. Kedua, ciptakan suasana nyaman dan menyenangkan sehingga suasana tidak monoton.

Ketiga, padukan matematika dengan dunia nyata dan permainan.

Keempat, menyampaikan materi dengan bercerita bukan dengan menghafal rumus matematika semata.

Kelima, beri reward karena reward yang kita berikan dapat memotivasi peserta didik untuk mencapai nilai maksimal.

Keenam,  beripujian kecil yang mereka sukai.

Ketujuh, penjelasan harus sederhana dan mudah dipahami.

Orang butuh ketrampilan berhitung bahkan dalam skala yang sangat sederhana seperti menghitung uang kembalian. Sayangnya, hal ini kurang disadari oleh peserta didik. Perlu dicamkan, kebutuhan berhitung memang tidak perlu ahli namun setidaknya mampu melakukanya dengan tepat dan cepat. Peserta didik harus tau apa saja manfaat pelajaran matematika untuk masa depanya, Simak ulasan berikut,ya..!

 

Pertama, pola pikir sistematis melalui kebiasaan berhitung, berlatih deret dan sejenisnya secara tidak sadar telah memaksa otak peserta didik untuk terbiasa berfikir runtut.

 

Kedua, menjadi teliti,cermat dan sabar.Pelajaran matematika sarat dengan soal - soal yang rumit dan panjang, hal ini tentunya bisa melatih kesabaran, kecermatan dan ketelitian dalam melakukan pekerjaan apapun profesinya.

 Ketiga, mampu menarik kesimpulan secara deduktif. Dengan sering menyelesaikan soal matematika berupa kasus logika sehingga akan terbiasa berfikir secara rasional.

 Ada pepatah “Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka akan menguasai dunia” Artinya matematika sebagai media brelatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri, dan mampu menyelesaikan masalah, sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide - ide atau gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. “Di zaman computer yang digunakan adalah otak bukan otot”. Di lingkungan masyarakat pun orang secara tidak langsung sudah menggunakan matematika seperti ketika menghitung hasil panen, jumlah belanja, luas tanah, luasrumah, dan masih banyak yang lainnya. Semakin peserta didik sering dan suka memecahkan masalah dalam pelajaran matematika ada harapan kelak mereka dewasa menggunakan manfaatnya dikehidupannya.*

 )*Penulis adalah Guru Kelas VI MI Ma’arif NU Karangjoho,Purbalingga.

editor & publisher : sri lestari