KOMPENSASI LAYANAN 1.Jika proses pelayanan tidak selesai dalam jangka waktu yang ditentukan maka produk layanan akan diantar oleh petugas pelayanan kepada pemohon. 2.Jika pejabat penandatangan produk layanan masih berhalangan atau tidak ada di tempat dalam kondisi tertentu, yang mengakibatkan proses pelayanan tidak sesuai jangka waktu yang ditentukan, maka petugas akan menghubungi pemohon melalui telpon/HP/WA dan atau mengantar sendiri produk pelayanan sesuai kesepakatan antara petugas dan pemohon || Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah || 5 Nilai Budaya Kerja kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. INTEGRITAS,PROFESIONALITAS,INOVASI,TANGGUNGJAWAB DAN KETELADANAN. ||

Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Peserta Didik

2021-07-12 09:49:08

Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Peserta Didik

Oleh : Ani Masruroh, S.Pd.I.*)

            Manusia adalah seorang pembelajar sejati dimana dia akan selalu mempelajari lingkungan terus menerus baik secara langsung sebagai informasi atau sebagai bekal dan beradaptasi. Dan pembelajaran ini dimulai dari hal sederhana ketika peserta didik masih kecil seperti ketika dia belajar merasakan benda, berjalan atau bicara. Akan tetapi kebanyakan orang tua masih belum mengerti bahwa bagaimana kita menyikapi proses pembelajaran waktu kecil ini sangat berarti untuk pembelajaran dikemudian hari.

Pada umumnya masih sering proses pembelajaran pada saat peserta didik mendapat perlakuan respon yang kurang baik. Baik ketika mereka sedang belajar merasa dengan mulutnya, ketika mereka belajar berjalan, atau  mereka belajar bicara yang belum paham mereka mengerti arti kata-kata tersebut .

            Ketika sudah mulai berbicara dan banyak bertanya, jawaban yang didapatpun tidak memuaskan dan bahkan cenderung menyakiti rasa keingin tahu si peserta didik. Mungkin ini karena faktor kelelahan saat mengasuh  atau capek memberi penjelasan yang berulang ulang. Biasanya anak saat melihat barang baru dirumah dan peserta didik ingin mengetahui lebih dekat dan memegangnya namun respon orang-orang dewasa disekelilingnya malah menjauhkan barang tersebut karena takut rusak atau mencederai peserta didik.

            Dari pemaparan diatas sudah ada yang mengerti kenapa peserta didik malas belajar? Lalu kasus lainnya seorang pserta didik laki-laki berusia 9 tahun, sebut saja Toni orang tuanya mengeluhkan anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya. Namun ketika Toni ditanya tentang hobinya dia dengan sikap menjawab hobinya adalah sepak bola, dan tim kegemarannya adalah arsenal. Bahkan dia hafal seluruh pemain inti dan pemain cadangan. Siapa pelatih dan asistennya, nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun serta daftar pencetak Gol, pemberi assist dan poin klasemen liga beserta urutannya.

            Luar biasa bukan? Ini menunjukan tidak ada masalah dengan otak Toni. Masalahnya datang dari sumber yang lain. Ok, melihat kasus tersebut jelas permasalahannya bukan karena Toni bodoh namun tidak ada ketertarikan mempelajari pelajaran tersebut tentu ini perlu diberi respon yang benar sehingga tidak mendapatkan perlawanan dan bisa membuat peserta didik semangat untuk belajar.

Tahapan pertama perbaikan adalah  dari orang tuanya terlebih dahulu. Untuk peserta didik itu sekecil itu, orang tua memegang peranan penting dalam masa tumbuh kembang peserta didik serta membantu sekali untuk mengatasi masalah peserta didik. Lalu komunikasi dengan cinta dalam setiap didikannya.

Seorang pakar pendidikan, Timothy Wibowo, memberikan beberapa kiat supaya peserta didik bisa menjadi rajin dan mudah belajar disekolah. Berikut Tipsnya:

Saat peserta didik pulang sekolah, tanyakan apa saja hal menyenangkan hari itu. Otomatis anak akan mencari hal-hal menyenangkan disekolah dan secara tidak langsung membentuk mindset peserta didik bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

Ketika peserta didik tidur masukkan sugesti positif dengan mengatakan bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan. Belajar sama menyenangkannya dengan bermain atau berhitung dan manghafal itu mudah. Ini salah satu bentuk hypnosleep positif pada peserta didik.

            Jelaskan guna materi pelajaran yang sedang dikerjakan. Sesuaikan penjelasan dengan materi anak, misalnya dengan belajar perkalian, maka anak dapat berhitung jumlah koleksi mainannya atau ,menghitung sendiri harga action figure disebuah supermarket dan membandingkannya dengan harga di mall lain. Atau jika mahir bahasa jepang maka menonton anime tak perlu menggunakan subtitle dan dapat membaca komik aslinya yang langsung yang berbahasa jepang.

            Mintalah guru lesnya untuk sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak hebat dan luar biasa. Tujuan tulus dan memacu semangat anak untuk belajar lebih penting daripada diajari macam-macam teknik berhitung dan menghafal cepat.

            Buatkan surat rahasia untuk anak lalu kita bisa mengatakan bahwa hanya kita dan peserta didik yang mengetahui tentang surat tersebut dan isinya. Isi suratnya bisa kata-kata semangat untuk peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, sekolahnya atau hal lain yang dapat membangkitkan semangat peserta didik.

*) Penulis adalah guru MI Ma’arif NU 01 Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

editor & publisher : sri lestari