KOMPENSASI LAYANAN 1.Jika proses pelayanan tidak selesai dalam jangka waktu yang ditentukan maka produk layanan akan diantar oleh petugas pelayanan kepada pemohon. 2.Jika pejabat penandatangan produk layanan masih berhalangan atau tidak ada di tempat dalam kondisi tertentu, yang mengakibatkan proses pelayanan tidak sesuai jangka waktu yang ditentukan, maka petugas akan menghubungi pemohon melalui telpon/HP/WA dan atau mengantar sendiri produk pelayanan sesuai kesepakatan antara petugas dan pemohon || Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah || 5 Nilai Budaya Kerja kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. INTEGRITAS,PROFESIONALITAS,INOVASI,TANGGUNGJAWAB DAN KETELADANAN. ||

Hening Cipta Bersama Cerminan Kebersamaan, Persatuan dan Gotong Royong

2021-07-11 08:34:04

Hening Cipta Bersama Cerminan Kebersamaan, Persatuan dan Gotong Royong

Purbalingga - Kegiatan Hening Cipta Bersama adalah kegiatan yang luar biasa, mencerminkan kebersamaan, persatuan dan gotong royong. Selain mendoakan mereka yang telah meninggal karena pandemi,  juga mengajak kita semua saling  berdoa bagi keselamatan bangsa Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Pengawas MI/RA/BA wilayah Kecamatan Kaligondang,  Suriah, dalam keterangannya, Sabtu (10/07) setelah mengikuti Hening Cipta Bersama Untuk Indonesia dari kediamannya, Wirasana.

Ia berpendapat, pandemi covid-19 bukan hanya telah merenggut nyawa banyak manusia, tetapi juga menyebabkan berbagai sektor harus melakukan perombakan kebijakan agar kegiatan bisa terus berjalan.Salah satu sektor yang terdampak adalah sektor pendidikan dimana pemerintah harus mengubah sistem pembelajaran yang semulanya dilaksanakan di dalam ruang kelas menjadi pembelajaran dengan sistem daring atau secara online.

“Adanya perubahan model pembelajaran seperti ini tidak dapat diterima langsung oleh seluruh peserta didik dan orang tua. Pembelajaran daring menyebabkan banyak peserta didik yang tertekan dalam segi psikis maupun jasmaninya karena ketidaksiapan dan ketidak mampuan dalam menghadapi perubahan sistem pembelajaran ini”, ungkap Suriah yang mulai melaksanakan tugas sebagai Pengawas MI/RA/BA sejak januari 2019 ini.

Menurut Bunda Suriah, begitu biasa disapa, dampak dari pembelajaran daring banyaknya siswa yang merasa tertekan karena tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.

“Munculnya stres akademik berakibat pada menurunnya prestasi siswa, kesulitan memahami pelajaran, kurangnya interaksi antar siswa dengan teman-teman dan gurunya menyebabkan siswa menjadi jenuh dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, hingga dampak bagi kesehatan mata”, tutur wanita yang sangat kental karakter keibuannya ini.

Bunda Suriah berharap, Hening Cipta Indonesia ini yang didalamnya adalah doa, permohonan, permintaan seluruh masyarakat Indonesia segera dikabulkan oleh Allah SWT.

“Semoga Indonesia segera sehat, kondisi semakin membaik dan Tahun Ajaran Baru yang diimpikan guru, orang tua dan peserta didik ini dapat diterapkan Pembelajaran Tatap Muka. Kami sudah sangat rindu suasana madrasah yang ceria, hangat dan semangat”, harapnya optimis.

 Sementara itu, kepala MI Ma’arif NU Penolih Achmadi juga sangat apresiatif dan optimis dengan Gerakan Hening Cipta Indonesia.

 “Dengan adanya kegiatan Hening Cipta yang diselenggarakan secara serentak yang diprakarsai oleh Kementerian Agama RI semoga Pademi Covid 19 segera berakhir sehingga semua bisa kembali beraktifitas normal seperti biasa,” ujarnya.

Harapan besar terbersit dalam diri  Auliya Septriani Ardianto, siswa kelas enam MI Ma’arif NU Penolih yang syarat dengan prestasi.  Menurut Auliya, adanya kegiatan Hening Cipta yang dilaksanakan dirumah bersama dengan keluarga menaruh harapan yang sangat besar pandemi covid-19 segera berakhir

“Sehingga bisa kembali berangkat ke madrasah memakai baju seragam yang sudah satu tahun lebih ditanggalkan.  Malah ketika dipakai lagi ternyata sudah kekecilan karena berat badan bertambah. Kami  juga merasa rindu sekali dengan suasana madrasah dan canda tawa bersama teman-temannya”, ungkapnya mewakili perasaan seluruh anak Indonesia. (ely)

Editor & publisher : sri lestari