KOMPENSASI LAYANAN 1.Jika proses pelayanan tidak selesai dalam jangka waktu yang ditentukan maka produk layanan akan diantar oleh petugas pelayanan kepada pemohon. 2.Jika pejabat penandatangan produk layanan masih berhalangan atau tidak ada di tempat dalam kondisi tertentu, yang mengakibatkan proses pelayanan tidak sesuai jangka waktu yang ditentukan, maka petugas akan menghubungi pemohon melalui telpon/HP/WA dan atau mengantar sendiri produk pelayanan sesuai kesepakatan antara petugas dan pemohon || Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah || 5 Nilai Budaya Kerja kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. INTEGRITAS,PROFESIONALITAS,INOVASI,TANGGUNGJAWAB DAN KETELADANAN. ||

Hasil Swab Seluruh Sampel Negatif, MI Maarif NU Kutawis Songsong PTM Terbatas

2021-10-14 18:48:52

Purbalingga – Hasil swab antigen sejumlah 15 siswa kelas VI MI Ma’arif NU Kutawis Kecamatan Bukateja dinyatakan negatif. Hasil kegiatan yang digelar Rabu (13/10/2021) dan ditunggu-tunggu pihak madrasah tersebut akhirnya memunculkan kegembiraan.

Kepala MI Ma’arif NU Kutawis Ali Makhfud Al Aziz dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan swab tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Puskesmas Pembantu Kutawis Kecamatan Bukateja.

“Kegiatan swab dilaksanakan pada hari Rabu (13/10/2021) mulai pukul 08.00 sampai dengan selesai bertempat di komplek MI Ma'arif NU Kutawis. Alhamdulillah hasil pemeriksaan dari seluruh sampel negatif,” jelasnya.

Ali Makhfud menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai persyaratan pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai ketentuan dari Tim Gugus Covid-19 kecamatan Bukateja.

Pengawas Madrasah kecamatan Bukateja Hasti Nuraeni dalam keterangannya melalui aplikasi whatsApp menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa kelas VI.

Hasti berharap dengan hasil negatif tersebut pihak madrasah dapat segera melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka (PTM) terbatas setelah seluruh persyaratan lain terpenuhi.

“Ada berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi agar sebuah madrasah dapat menggelar PTM terbatas, baik secara fisik berupa sarpras maupun secara administratif,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara administratif di antaranya adalah surat ijin atau rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 tingkat kecamatan dan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga. Sedangkan secara fisik di antaranya ketersediaan sarana prasarana pendukung termasuk tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, handsanitizer atau sabun cuci tangan. Selain itu para guru dan siswa harus tetap menegenakan masker dan jaga jarak, imbuhnya. *(sar)